Tak perlu waktu lama bagi Amerika Serikat untuk membangkitkan kembali
sektor perumahan di negaranya. Survei terbaru membuktikan harga-harga
rumah di AS mulai menguat sejak Juni. Di tengah memanasnya politik
global akibat kasus Suriah, BBC melansir bahwa data CSI dan S&P
menunjukkan bahwa harga-harga tersebut 12.1% lebih tinggi daripada bulan
Juni tahun lalu.
Indeks mengukur harga rumah untuk single-family di 20 kota dan hasilnya, harga rumah mulai naik di seluruh kota tersebut. Namun, kemajuan pertumbuhan masih sangat tipis di bawah angka pertumbuhan tahunan yaitu 12.2% diukur dari bulan Mei. Harga rumah di Las Vegas dan dan San Fransisco menujukkan kenaikan terbesar yaitu hampir 25% dalam kurun waktu setahun ini.
David Blitzer, Ketua Komite Indeks di S&P Dow Jones Indices, menyatakan bahwa walaupun harga rumah dilaporkan mengalami kenaikan tetapi kemajuan kemungkinan akan lambat. Dengan kenaikan suku bunga yang hampir 4.6%, pembeli rumah mungkin tidak akan terlalu berani, sehingga menghambat kenaikan secara drastis.
Namun para analis mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan jika suku bunga KPR yang lebih tinggi di AS, sedang mulai berusaha untuk menekan pasar. Data penjualan terbaru menunjukkan, suku bunga yang lebih tinggi telah memperlambat aktivitas refinancing.
Ian Shepherdson, Kepala Pengamat Ekonomi di Pantheon Macroeconomics mengatakan,"Volatilitas angka-angka berarti bahwa terlalu cepat untuk menganggap bukti definitif ini sebagai indikasi perlambatan laju kenaikan harga, bukti tersebut juga harus disertai dengan bukti dampak kenaikan suku bunga KPR". Ian juga menambahkan,"Kita harus tetap memperhatikan data-data ini selama beberapa bulan ke depan. Untuk saat ini, toh, angka-angka ini mungkin hanyalah cerminan dari perubahan-perubahan kecil. Namun perubahan kecil tersebut nyata dalam keseimbangan permintaan dan penawaran."
http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=135010&topic=pelan_tapi_pasti_harga_rumah_as_mulai_menguat
Indeks mengukur harga rumah untuk single-family di 20 kota dan hasilnya, harga rumah mulai naik di seluruh kota tersebut. Namun, kemajuan pertumbuhan masih sangat tipis di bawah angka pertumbuhan tahunan yaitu 12.2% diukur dari bulan Mei. Harga rumah di Las Vegas dan dan San Fransisco menujukkan kenaikan terbesar yaitu hampir 25% dalam kurun waktu setahun ini.
David Blitzer, Ketua Komite Indeks di S&P Dow Jones Indices, menyatakan bahwa walaupun harga rumah dilaporkan mengalami kenaikan tetapi kemajuan kemungkinan akan lambat. Dengan kenaikan suku bunga yang hampir 4.6%, pembeli rumah mungkin tidak akan terlalu berani, sehingga menghambat kenaikan secara drastis.
Namun para analis mengatakan bahwa masih terlalu dini untuk menyatakan jika suku bunga KPR yang lebih tinggi di AS, sedang mulai berusaha untuk menekan pasar. Data penjualan terbaru menunjukkan, suku bunga yang lebih tinggi telah memperlambat aktivitas refinancing.
Ian Shepherdson, Kepala Pengamat Ekonomi di Pantheon Macroeconomics mengatakan,"Volatilitas angka-angka berarti bahwa terlalu cepat untuk menganggap bukti definitif ini sebagai indikasi perlambatan laju kenaikan harga, bukti tersebut juga harus disertai dengan bukti dampak kenaikan suku bunga KPR". Ian juga menambahkan,"Kita harus tetap memperhatikan data-data ini selama beberapa bulan ke depan. Untuk saat ini, toh, angka-angka ini mungkin hanyalah cerminan dari perubahan-perubahan kecil. Namun perubahan kecil tersebut nyata dalam keseimbangan permintaan dan penawaran."
0 comments:
Post a Comment