Saham Asia kembali menurun bersamaan dengan risiko yang kredit merangkak
naik dibarengi melonjaknya harga minyak, seiring kekhawatiran pasar
terhadap aksi militer yang akan diambil AS terhadap Suriah. Imbas lain
dari isu ini adalah melemahnya Dolar Australia, naiknya saham futures AS
naik, serta anjloknya obligasi.
Indeks MSCI Asia Pasifik merugi
1.5%. Futures indeks Standard & Poor 500 naik 0.2%. Sementara risiko
kredit di Asia meningkat cukup signifikan dalam kurun waktu dua bulan
terakhir.
Dolar Australia merosot 0.3% pada 89.61 terhadap dolar
AS, sementara Rupee India meneruskan penurunan nilainya. Obligasi
berhenti setelah meraih profit pada kurun waktu empat hari terakhir.
Penyebab
dari menurunnya saham Asia adalah memburuknya kondisi di Suriah, yang
menyebabkan para investor menarik investasi mereka dari market
negara-negara berkembang, setelah beredarnya spekulasi The Fed akan
memulai program stimulus tapering ketika perekonomian AS membaik. Di
sisi lain Rupee anjlok ke titik rendah baru, sementara saham di Thailand
memasuki "bear market".
Sean Fenton, seorang manajer permodalan
Sidney, menyampaikan bahwa Suriah telah mencuri perhatian dunia dari
berita-berita Amerika, yang umumnya mengabarkan kuatnya pertumbuhan
ekonomi negara tersebut. Fenton menambahkan, sebagai imbas semua ini
berita mengenai Asia akan menguasai televisi, terutama tentang aliran
modal. Namun tidak akan ada berita positif mengenai ekspansi kredit dan
aliran modal, sebab telah diambil alih oleh isu tapering The Fed.
Saham Asia
Sekitar
delapan saham merosot setiap kali satu saham di Indeks MSCI Asia
Pasifik naik, diawali turunnya saham Jepang ketika Topix anjlok 2.3%
pada penutupan terakhir. Menurut pantauan MSCI, semua kelompok industri
turun hingga 2% pada bulan ini.
Saham di Filipina anjlok 5.9% di
market negara-negara berkembang. Indeks Negara Berkembang MSCI merosot
0.5% saat saham di Korea Selatan dan Malaysia menurun. Melemahnya saham
Thailand dalam sembilan hari terakhir, membuat Indeks SET merosot hingga
20%.
Pihak permodalan global telah menarik sekitar $44 milyar
serta dari saham negara-negara berkembang berikut modal obligasi sejak
akhir Mei, berdasarkan data Global EPFR provider, sebuah firma pelacak
aliran modal yang terletak di Cambridge, Massachusetts.
http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=135003&topic=saham_asia_anjlok_harga_minyak_di_suriah_naik
Tuesday, August 27, 2013
9:27 PM
Saham Asia Anjlok, Harga Minyak Di Suriah Naik
MR: EDITOR
Unknown
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.
Related Posts
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment