Tuesday, August 27, 2013

Saham Asia Anjlok, Harga Minyak Di Suriah Naik

Saham Asia kembali menurun bersamaan dengan risiko yang kredit merangkak naik dibarengi melonjaknya harga minyak, seiring kekhawatiran pasar terhadap aksi militer yang akan diambil AS terhadap Suriah. Imbas lain dari isu ini adalah melemahnya Dolar Australia, naiknya saham futures AS naik, serta anjloknya obligasi.

Indeks MSCI Asia Pasifik merugi 1.5%. Futures indeks Standard & Poor 500 naik 0.2%. Sementara risiko kredit di Asia meningkat cukup signifikan dalam kurun waktu dua bulan terakhir.

Dolar Australia merosot 0.3% pada 89.61 terhadap dolar AS, sementara Rupee India meneruskan penurunan nilainya. Obligasi berhenti setelah meraih profit pada kurun waktu empat hari terakhir.

Penyebab dari menurunnya saham Asia adalah memburuknya kondisi di Suriah, yang menyebabkan para investor menarik investasi mereka dari market negara-negara berkembang, setelah beredarnya spekulasi The Fed akan memulai program stimulus tapering ketika perekonomian AS membaik. Di sisi lain Rupee anjlok ke titik rendah baru, sementara saham di Thailand memasuki "bear market".

Sean Fenton, seorang manajer permodalan Sidney, menyampaikan bahwa Suriah telah mencuri perhatian dunia dari berita-berita Amerika, yang umumnya mengabarkan kuatnya pertumbuhan ekonomi negara tersebut. Fenton menambahkan, sebagai imbas semua ini berita mengenai Asia akan menguasai televisi, terutama tentang aliran modal. Namun tidak akan ada berita positif mengenai ekspansi kredit dan aliran modal, sebab telah diambil alih oleh isu tapering The Fed.


Saham Asia
Sekitar delapan saham merosot setiap kali satu saham di Indeks MSCI Asia Pasifik naik, diawali turunnya saham Jepang ketika Topix anjlok 2.3% pada penutupan terakhir. Menurut pantauan MSCI, semua kelompok industri turun hingga 2% pada bulan ini.

Saham di Filipina anjlok 5.9% di market negara-negara berkembang. Indeks Negara Berkembang MSCI merosot 0.5% saat saham di Korea Selatan dan Malaysia menurun. Melemahnya saham Thailand dalam sembilan hari terakhir, membuat Indeks SET merosot hingga 20%.

Pihak permodalan global telah menarik sekitar $44 milyar serta dari saham negara-negara berkembang berikut modal obligasi sejak akhir Mei, berdasarkan data Global EPFR provider, sebuah firma pelacak aliran modal yang terletak di Cambridge, Massachusetts.
 http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=135003&topic=saham_asia_anjlok_harga_minyak_di_suriah_naik

Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 BeritaForex-id.

Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay