Tuesday, August 27, 2013

Yen Menguat Tajam

Keprihatinan mengenai Suriah memberikan sentiment negatif terhadap asset berisiko dan mengakibatkan yen mengalami kenaikan
Yen menguat untuk hari kedua terhadap dolar dan euro dengan penurunan di matauang pasar emerging mendorong permintaan untuk investasi yang lebih aman.
Menteri ekonomi Jepang Akira Amari mengatakan tidak ada instruksi dari PM Abe untuk memikirkan pemotongan pajak perusahaan.
Inflasi Jepang dibulan Juli diperkirakan akan mencapai angka tertingginya dalam hampir 5 tahun menunjukkan usaha pemerintah dan bank sentral untuk mengakhiri deflasi sedang mengalami kemajuan.
Pada sesi perdagangan hari ini mata uang yen Jepang terpantau mengalami peningkatan yang signifikan terhadap rival-rivalnya, termasuk dollar AS (27/08).Yen menguat di tengah muramnya kinerja bursa-bursa saham global, termasuk bursa saham Asia. Bursa emerging markets di Asia mengalami penurunan tajam dan mengembalikan minat para investor terhadap mata uang yen yang dinilai sebagai investasi safe haven.
Bursa saham Asia pada sesi perdagangan hari ini mengalami penurunan tajam setelah nilai tukar mata uang India dan Indonesia mengalami penurunan besar-besara. Pasar saham emerging markets mengalami tekanan selama beberapa minggu belakangan di tengah kekhawatiran bahwa Fed akan mulai melakukan pengurangan stimulus pada bulan September mendatang.
Yen kembali membuktikan statusnya sebagai mata uang safe haven. Hari ini yen terpantau berada pada posisi 98.21 per dollar AS. Posisi mata uang ini mengalami peningkatan yang cukup besar dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan dini hari tadi yang ada di level 98.50 per dollar AS. Pada sesi perdagangan hari ini nilai tukar yen berada pada posisi paling tinggi sejak tanggal 22 Agustus lalu.
Poundsterling Inggris hari ini (Selasa, 27 Agustus 2013, 08:44:24 GMT) terpantau turun terhadap Yen Jepang. Pair GBPJPY dibuka pada kisaran 153.4 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut melemah sekitar -145 pips atau sekitar -0.94 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 151.95.
Laju naik Sterling terhadap nampak sedikit tertahan, dimana para pelaku pasar memperkirakan bahwa Gubernur Bank Of England Mark Carney akan mempertegas sinyal bahwa kebijakan moneter longgar di Inggris masih akan dipertahankan.
Terkait dengan hal ini Deputi Gubernur Charlie Bean mengemukakan bahwa BOE memberikan sinyal yang jelas ( clear signal) bahwa tidak ada opsi untuk menaikkan suku bunga acuan dalam jangka waktu dekat mendatang .
Order stop dibawah 0.9010 telah membawa dolar Australia ke bawah angka tersebut
Pada perdagangan siang ini (27/8) dollar Aussie ada dalam tekanan melemahnya beberapa kurs mata uang negara Asia, tekanan berikutnya juga datang dari ketegangan di Suriah dan juga ketidak pastian atas kebijakan stimulusnya The Fed. AUD/USD pada perdagangan semalam sempat melonjak tinggi ke level 0.9071 setelah data Core Durable Goods Orders AS di rilis dengan hasil yang mengecewakan.
Namun AUD/USD kembali turun ke level 0.9015 dan menutup perdagangan hari Senin di level 0.9029, seiring terjadinya spekulan pasar karena banyaknya para pelaku pasar yang masih menyimpulkan bahwa Federal Reserve tetap akan mulai menjalankan pembelian aset di tahun ini, karena beberapa indikator Ekonomi AS di akhir pekan kemarin di rilis dengan hasil mengecewakan.
Pasar akan menghilangkan keraguannya apabila Fed tidak mulai menjalankan programnya pada bulan September hingga akhir Desember tahun ini. Dibandingkan mata uang lainnya, justru Aussie siang ini masih melanjutkan pergerakannya searah dengan USDCHF dan AUDCHF untuk turun.
Arus keluar masuknya dana investor di Australia banyak mengalir ke Negara Swiss. Kemungkinan keluar masuknya dana investor ini berupa penarikan atau saving di perbankan Swiss sesuai juga kondisi ekonomi yang terjadi di Australia apakah baik atau buruk.
Larinya dana dari Australia juga terlihat masuk ke negara Jepang dilihat dari posisi AUDJPY dan USDJPY dan kemungkinan ke berbagai negara lainnya yang dianggap menguntungkan para investor dalam negeri. Obligasi pemerintah Australia juga naik, obligasi tiga tahun naik 3 level ke 97,190 dan obligasi 10 tahun naik 5 tingkat ke ke 96,035.
Ifo bisnis Jerman yang menunjukkan keyakinan bisnis di bulan Agustus naik ke 107.5 dari 106.2 di bulan Juli, lebih tinggi dari yang diperkirakan di 107.0.
Ifo Iklim bisnis Jerman yang merupakan indikator di dalam manufaktur naik secara signifikan, menunjukkan optimisme dari pembangunan bisnis yad bertumbuh.
Euro hari ini (Selasa, 27 Agustus 2013, 08:21:41 GMT) terpantau turun terhadap beberapa mata uang utama lainnya. Dibuka pada kisaran 109.82 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut melemah sekitar -29 pips atau sekitar -0.26 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 109.53.
Euro terpantau menerima sentimen negatif dari investor, meskipun baru saja Ifo Institute for Economic Research melaporkan bahwa terjadi peningkatan iklim bisnis di Jerman . Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya kenaikan pada indikator fundamental ekonomi German Ifo Business Climate yang naik ke angka 107.5 dari nilai periode sebelumnya yaitu 106.2.
Perkembangan yang cukup menggembirakan tersebut menunjukkan kinerja yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan hanya akan naik ke angka 107.1. Index Euro terpantau masih bergerak negatif merespon perkembangan tersebut terkait dengan masih adanya kemungkinan koreksi pada sinyal ekonomi Jerman, dimana sektor konsumsi Jerman diperkirakan masih akan menunjukkan kinerja melambat.
Indikator German Prelim CPI m/m yang akan dirilis oleh Destatis dalam beberapa hari mendatang, diduga akan menunjukkan penurunan kinerja ke angka 0.2% dari 0.5%.
Dollar AS pada siang hari ini (Selasa, 27 Agustus 2013, 08:32:30 GMT) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 81.4 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang tersebut telah naik sekitar 13 pips atau sekitar 0.15 % dan nilai bergulir terpantau berada di 81.53.
Federal Reserve Bank of Richmond (AS) dijadwalkan akan mengumumkan data terakhir kinerja sektor manufaktur di wilayah Richmond yang diharapkan dapat menunjukkan adanya kinerja membaik. Indikator fundamental ekonomi Richmond Manufacturing Index kinerja Agustus diduga akan menggambarkan kondisi yang menggembirakan dan diharapkan dapat meningkat ke angka -7 dari nilai pada periode sebelumnya yaitu -11.
Setelah pada perdagangan kemarin bergerak turun terhadap Yen Jepang. Kurs Dollar AS pada malam hari ini (Selasa, 27 Agustus 2013, 13:04:00 GMT) melemah lagi terhadap Yen. Dibuka pada 98.51 di awal perdagangan (00.00 GMT), mata uang tersebut telah turun sekitar -106 pips atau sekitar -1.07 % dan nilai bergulir tampak berada pada kisaran 97.45.
Sentimen negatif terhadap mata uang Dollar AS nampak menguat setelah Standard & Poor's menyampaikan bahwa terdapat sinyal pelemahan kinerja pada sektor perumahan di Amerika Serikat yang ditandai dengan agak turunnya harga perumahan.
Indikator ekonomi S&P/CS Composite-20 HPI y/y dilaporkan agak turun ke angka 12.1% dari nilai periode lalu yaitu 12.2%. Adanya perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan tersebut menunjukkan performa yang lebih baik dari estimasi sejumlah ekonom, yang memperkirakan akan dapat turun ke angka 11.9%.
http://www.seputarforex.com/berita/forex/detail.php?nid=134959&topic=denyut_forex_hari_ini_yen_menguat

Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 BeritaForex-id.

Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay