Monday, August 26, 2013

Rupiah Melemah, Waspadai Kondisi Eksternal

Penurunan harga saham dan pelemahan nilai tukar rupiah dalam beberapa hari terakhir menjadi sorotan banyak pihak. Pemerintah bersama Bank Indonesia diharapkan segera mengambil langkah konkret mengatasi gejolak ekonomi di pasar finansial. 

Ekonom Universitas Gajahmada sekaligus Komisaris PT Bank Permata Tbk, Tony Prasetiantono, Senin 26 Agustus 2013, mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah harus waspada menghadapi kondisi eksternal yang mulai mengkhawatirkan.

"Jujur saja, external balance kita mengkhawatirkan. Neraca perdagangan bakal defisit US$6 miliar tahun ini, padahal biasanya surplus US$20 miliar sampai US$40 miliar," kata Tony kepada VIVAnews di Jakarta.

Selain defisitnya necara perdagangan akibat tingginya impor, Tony juga mengingatkan sekarang ini para pengusaha harus mulai waspada terhadap tingginya jumlah utang swasta yang akan jatuh tempo pada September mendatang.

"Utang swasta total US$250 miliar, saat krisis 1998 hanya US$65 miliar, yang jatuh tempo US$22 miliar pada September nanti, " ujarnya menambahkan.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia, Senin, rupiah menguat tipis di level Rp10.841 per dolar AS, dari perdagangan sebelumnya yang melemah dan menyentuh posisi Rp10.848/dolar AS.(np)

Unknown

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation.

0 comments:

Post a Comment

 

Copyright @ 2013 BeritaForex-id.

Designed by Templateify & Sponsored By Twigplay