Bank Indonesia (BI) menegaskan untuk terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, salah satunya dengan tetap melakukan intervensi atau masuk di pasar valuta asing (valas).
“Kami akan terus mencoba stabilkan di pasar. Setiap hari kami mengintervensi dan selalu siap di pasar. Kami melakukan intervensi secara terukur,” kata Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Senin (26/8).
Pada perdagangan hari ini (27 Agustus 2013) dalam kurs tengah BI, tercatat nilai tukar rupiah melemah ke level Rp 10.883 per dolar Amerika Serikat (AS). Kemarin (26 Agustus 2013), kurs tengah BI tercatat di level Rp 10.841 per dolar AS.
“Semua faktor masuk (mendukung penguatan rupiah), ada respon positif juga dari kebijakan yang BI keluarkan dan langkah-langkah antisipasi,” kata Perry.
Pada Kamis pekan lalu, BI mengeluarkan empat kebijakan utama untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah di tengah gejolak ekonomi global. Pertama, memperluas jangka waktu Term Deposit Valas. Kedua, merelaksasi aturan eksportir yang telah menjual Devisa Hasil Ekspor (DHE) menjadi rupiah.
Ketiga, menyesuaikan ketentuan tarnsaksi forex swap bank dengan BI. Keempat, merelaksasi pinjaman luar negeri. Di sisi likuiditas rupiah, BI menambah satu kebijakan yaitu menerbitkan Sertifikat Deposito Bank Indonesia (SDBI) dalam bentuk lelang.
http://www.beritasatu.com/ekonomi/134371-bi-tegaskan-tetap-intervensi-di-pasar-valas.html
0 comments:
Post a Comment